Andre Silva Dan Coutinho Incara Barcelona

Andre Silva Dan Coutinho Incara Barcelona

Barcelona sepertinya memang masih belum puas dengan komposisi lini depan yang sudah dimiliki. Dikabarkan, saat ini Barca sedang membidik Andre Silva yang masih terikat kontrak dengan AC Milan. Dikutip dari Mundo Deportivo, kabar keinginan Barca menggaet Silva muncul setelah manuver yang dilakukan oleh Robert Fernandez. Sang Direktur Olahraga Barca tersebut diketahui ikut menyaksikan laga antara Portugal melawan Swiss.

Fernandez disebut datang dengan membawa misi untuk melihat langsung permainan beberapa pemain bidikan. Salah satu nama yang masuk dalam incaran yakni Andre Silva. Silva sendiri baru saja bergabung dengan AC Milan pada bursa transfer musim panas lalu. Rossoneri membeli pemain berusia 21 tahun dari FC Porto dengan harga 38 juta euro. Tidak murah, tapi sejauh ini Silva mampu tampil apik dan bisa diandalkan oleh Milan.

Andre Silva sudah mencetak enam gol di Liga Europa. Tapi, dari tiga yang ia mainkan di Serie A, belum ada gol yang diciptakan. Selain Silva, kedatangan Fernandez juga dikaitkan dengan dua pemain bintang Portugal lain. Dua pemain tersebut yakni winger Gelson Marting [Sporting CP] dan Danilo Pereira [FC Porto]. Diyakini, kedua pemain akan coba dibeli oleh Barca pada bulan Januari mendatang.

Andre Silva Dan Coutinho Incara Barcelona

Piala Dunia Rusia 2018 – Dari kabar yang beredar di media sepakbola Spanyol, bukan hanya Andre Silva yang akan di pastikan datang ke Barcelona. Philippe Coutinho yang saat ini masih menjadi pemain bintang Liverpool sudah mencapai kesepakatan dengan Barcelon. Yang sangat mengejutkan adalah, kedatangan Coutinho ke Barcelona ternyata harus menunggu restu dari Lionel Messi. Barca sudah coba mendatangkan Coutinho di musim panas, namun The Reds bersikukuh tak menjualnya. Namun demikian, mereka akan kembali mencoba merayu pemain Brasil ketika bursa dibuka pada Januari mendatang.

Dan laporan Don Balon mengklaim bahwa mereka memilih memprioritaskan transfer Coutinho karena Messi. Disebutkan bahwa sang megabintang meminta pemain 25 tahun didatangkan sejak musim panas lalu, sebelum Barca mencoba mendekati sang playmaker. Barca dan Liverpool kabarnya sudah membuat perjanjian yang akan berujung pada berlanjutnya negosiasi antara kedua belah pihak di awal tahun depan. Coutinho sendiri juga amat antusias datang ke Camp Nou.

Lionel Messi disebut memiliki pengaruh besar dalam mendorong Barca untuk menghadirkan mantan pemain Inter Milan. Apalagi pemegang lima Ballon d’Or itu kontraknya akan segera habis, hingga ia punya daya tawar tinggi untuk memastikan Barca bisa mempertahankan dirinya. Kontrak pria usia 30 tahun akan habis di akhir musim ini, namun hingga kini belum ada pengumuman resmi soal kesepakatan anyar untuk pemain berjuluk La Pulga.

Real Madrid Berburu Pemain Baru Di Bursa Transfer Januari Akan Datang

Real Madrid Berburu Pemain Baru Di Bursa Transfer Januari Akan Datang

Real Madrid Berburu Pemain Baru – Real Madrid berencana untuk merekrut Galactico anyar di musim panas berikutnya – dan Harry Kane serta Dele Alli masuk dalam daftar belanja mereka. Madrid gagal mendatangkan nama besar di pra-musim, dan fokus untuk mempertahankan pemain yang sudah ada. Namun presiden Florentino Perez masih ingin mengeluarkan dana besar untuk membeli bintang anyar. Ia sudah bertanya pada Zinedine Zidane apakah ia menginginkan pemain baru di Januari, namun menolak tawaran tersebut. Dan Real Madrid sepertinya baru akan melakukan investasi di akhir musim, guna memperkuat lini depan mereka yang mulai menua. Hal tersebut menurut laporan Marca, yang mengklaim duo Tottenham, Kane dan Alli, masuk dalam radar tim raksasa Spanyol.

Harry Kane dan Dele Alli akan jadi pembelian yang bagus untuk menggantikan sosok senior di Bernabeu. Cristiano Ronaldo sudah berusia 32 tahun dan bisa jadi meninggalkan klub di akhir musim, sementara Karim Benzema dan Gareth Bale tak lama lagi akan berusia 30 tahun, dan sama-sama diragukan masa depannya. Madrid harus menyiapkan dana besar untuk merekrut Kane dan Alli. Sang striker sebelumnya sempat diminati Manchester United, namun Spurs kabarnya siap menawarkan gaji 450.000 pounds agar sang penyerang bertahan di London Utara. Alli, sementara itu, tinggal sedikit lagi akan mengikat kontrak baru, yang bakal selesai begitu ia menunjuk agen anyar. Mino Raiola dan Jorge Mendes sama-sama tertarik bekerja sama dengan sang gelandang. Dan Mendes dikenal sebagai agen yang punya hubungan baik dengan Real.

Real Madrid Berburu Pemain

Tidak sampai disitu, Real Madrid dikabarkan sudah menetapkan Eden Hazard sebagai pilihan utama mereka di musim panas mendatangl. Gareth Bale sejauh ini masih sulit merebut hati para fans Madrid karena terus mengalami cedera di beberapa tahun belakangan. Dan pemain Wales tak menunjukkan start hebat musim ini, dengan hanya mencetak dua gol dalam lima pertandingan awal La Liga. Sejak datang ke Bernabeu dari Tottenham di musim panas 2013, Bale terhitung absen sekali tiap tiga pertandingan karena mengalami cedera. Performa apik Marco Asensio juga tak membantu Bale dalam mematenkan tempatnya di tim utama. Dan raksasa Spanyol disebut siap untuk melepas pemain 28 tahun musim panas mendatang. Don Balon mengatakan bahwa presiden Florentino Perez sudah menyusun daftar pemain yang ia inginkan musim depan. Dan Zinedine Zidane secara pribadi meminta klub untuk menghadirkan Hazard ke ibu kota Spanyol. Disebutkan bahwa Zidane percaya Hazard adalah pengganti ideal untuk Bale anda ia hengkang tahun depan. Real sudah sering dikaitkan dengan pemain Belgia di musim panas, namun klub belum mengajukan penawaran resmi hingga kini.

Persoalan Menurunnya Prestasi Lionel Messi Di Argentina

Persoalan Menurunnya Prestasi Lionel Messi Di Argentina

Argentina adalah gudangnya pemain bintang. Mereka, selain punya Paulo Dybala, Mauro Icardi, dan Angel di Maria, juga punya Lionel Messi. Adalah sebuah dosa besar jika tim berjuluk Albiceleste tersebut tak bisa menjuarai Piala Dunia Rusai 2018 mendatang. Terakhir kali Argentina menjadi Piala Dunia yaitu pada tahun 1986. Gelar tersebut tak lepas dari peran penting Diego Maradona yang bisa mencetak gol ‘Tangan Tuhan’ ke gawang Inggris dalam perempat final menghadapi Inggris kemudian mengalahkan Jerman Barat 2-3 di partai final. Setelah itu, Argentina tak pernah juara lagi.

Pada 2005, harapan Argentina untuk jadi juara dalam kompetisi paling akbar di dunia tersebut kembali membuncah. Pasalnya waktu itu, muncul bocah yang memiliki talenta besar dan diharapkan bisa menjadi penerus Maradona. Dialah Lionel Messi. Tahun itu, Messi menjalani debutnya bersama tim nasional dan juga sukses mengantarkan tim nasional Argentina U-20 menjuarai Piala Dunia.

Namun perjalanan Lionel Messi bersama timnas Argentina senior ternyata tak pernah mudah. Di Barcelona, prestasi Messi memang sangat gemilang. Ia telah merasakan berbagai gelar sebagai tim dan juga menyabet sederet prestasi individu, mulai dari gelar La Liga, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan lima kali memenangkan Ballon d’Or. Lalu apa prestasi Messi bersama Argentina sejak menjalani debut di tim senior? Nol.

Pemain yang saat ini berusia 30 tahun tersebut sempat hampir menyerah dari timnas setelah mengalami kekalahan di final Copa America 2016. Ia lantas memutuskan pensiun dini. Namun kemudian, ia ‘menelan ludahnya sendiri’ karena tak lama setelah itu, Messi memutuskan kembali bermain untuk timnas.

Sampai saat ini, perjalanan Messi bersama Argentina pun belum juga mulus. Ketika Piala Dunia 2018 akan segera bergulir di Rusia tahun depan, Argentina terancam tak lolos. Mereka baru saja mendapat hasil kurang memuaskan kala bertemu Peru di babak kualifikasi. Hal itu membuat Argentina kini masih tertinggal di peringkat enam klasemen sementara sedangkan peringkat lima untuk jalur playoff ditempati Peru. Memang, Argentina masih punya peluang lolos di satu pertandingan tersisa. Namun peluang itu bisa dikatakan kecil.

Messi belum bisa bicara soal prestasinya bersama Argentina. Kontribusinya bersama Argentina memang berbanding terbalik jika dibandingkan kala bermain untuk Barcelona. Masalah ini yang membuat publik Argentina gemas terhadap Lionel Messi. Di Barca, Messi bisa begitu tapi kalau di timnas kok begini. Berbeda.

Persoalan Menurunnya Prestasi Lionel Messi Di Argentina

Messi, antara di Barca dan Argentina

Messi bisa bermain baik di Barcelona karena pemain 30 tahun tersebut bermain lebih banyak bermain di sana. Tentu saja ia lebih dekat dengan klub Catalan tersebut. Lebih kenal dengan segala hal menyangkut tim.

Sebagai pemain yang menyandang status pemain terbaik dunia lima kali, ia mendapat respek lebih besar dari rekan-rekannya di Barca. Ia dimanjakan sedemikian rupa karena rekan-rekannya begitu percaya dengan magis yang akan diciptakan Lionel Messi.

Sementara itu, ketika bermain di timnas, ia hanya bermain dalam beberapa kesempatan saja, persiapannya pun terbatas untuk menyambut satu pertandingan. Bagi sebagian pemain, proses adaptasi dengan timnas memang bukan menjadi masalah. Buktinya, Cristiano Ronaldo bisa moncer bersama timnas dan bisa menjuarai Piala Eropa bersama Portugal tahun lalu; Neymar juga bisa menyabet gelar medali emas di Olimpiade bersama Brasil.

Sulitnya adaptasi ini tak terlepas dari pengalaman Messi. Sejak awal, Messi hanya bermain di Barca. Ia tak pernah pindah dari satu klub ke klub lain selama menjadi pemain profesional. Hal ini juga bisa menjadi indikasi bahwa Messi mungkin juga akan gagal jika bermain di luar Barcelona. Messi yang dikenal sebagai orang pemalu mungkin juga sedikit memberi pengaruh kenapa ia kesulitan bersinar di Argentina.

Membuat Argentina seperti Barcelona

Untuk mengatasi masalah tersebut, pelatih Argentina sekarang, Jorge Sampaoli, harus segera mengambil tindakan. Ia harus bisa menjadikan Argentina bak Barcelona bagi Messi. Di Barca, Messi menjadi fokus utama ketika menyerang. Pun demikian semestinya di Argentina. Ketika pemain lain mendapatkan bola, Lionel Messi harus menjadi prioritas. Messi tampaknya belum mendapatkan perlakukan seperti itu di timnas.

Xavi yang pernah bermain di Barcelona bersama dengan Lionel Messi mengungkapkan bahwa Messi memang gampang kecewa jika terlalu lama tak mendapatkan bola. Messi selalu ingin terlibat dalam setiap pergerakan bola.

“Barcelona dan Argentina tidak boleh walaupun hanya sepuluh menit bermain tanpa Messi. Dia harus, di manapun berada, dan meskipun tidak tidak ada di sana, bawalah bola kepada Messi. Lionel Messi yang akan menentukan segala yang terjadi untuk tim,” ungkap Xavi.

Alasan lain Messi bisa bersinar di Barca disebut karena superioritasnya atas pemain-pemain lawannya di Spanyol. Menurut pengakuan bek Atletico Madrid, Diego Godin, para pemain di La Liga begitu mengagumi Messi sehingga sebelum bertanding sudah mengalami ‘demam panggung’ .

“Para bek di Amerika Selatan mampu menjaganya lebih ketat. Di Spanyol, sebelum laga dimainkan, mereka [para lawan Messi] lebih memilih berfoto dengan Messi. Ini mungkin gurauan, tetapi itulah kenyataannya,” ucap Godin.

Tapi pernyataan tersebut tak sepenuhnya benar karena faktanya Messi sudah terbukti bisa bersinar di berbagai kompetisi menghadapi klub-klub di luar Spanyol, di Liga Champions misalnya.

Artinya, masalah utama Messi gagal bersinar bersama Argentina adalah performa tim secara keseluruhan. Soal kualitas Messi tak perlu menjadi pertanyaan. Argentina hanya perlu menjadi seperti Barca, yaitu tempat yang nyaman bagi sang ‘Juru Selamat’ agar ia bisa mengeluarkan daya magisnya.

Di luar masalah Lionel Messi, Sampaoli perlu mendapat kepercayaan untuk membangun timnya di Argentina dan butuh waktu untuk membuat timnya seperti Barcelona. Tapi ironisnya, Argentina terlalu sering melakukan pergantian pelatih dalam satu dekade terakhir. Dalam 13 tahun terakhir, Argentina telah melakukan pergantian pelatih sebanyak delapan kali.

Prancis Menang Dari Bulgaria Berkat Matuidi

Prancis Menang Dari Bulgaria Berkat Matuidi

Prancis Menang Dari Bulgaria Berkat Matuidi – Prancis meraih kemenangan tipis saat tandang ke markas Bulgaria. Les Bleus harus berterima kasih kepada Blaise Matuidi yang mencetak gol tunggal kemenangan yang membuat mereka mampu untuk sementara memuncaki klasemen Grup A kualifikasi Piala Dunia 2018. Impian Les Bleus untuk lolos otomatis ke Rusia tahun depan sudah ada semakin jelas ketika Blaise Matuidi mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Gelandang Juventus tersebut mampu mencetak gol setelah menerima umpan dari Antoine Griezmann di dalam kotak penalti.

Setelah gol tersebut, permainan tak semakin mudah bagi Prancis. Tuan rumah Bulgaria memberikan perlawanan sengit kepada tim asuhan Didier Deschamps tersebut dan beberapa kali merepotkan pertahanan Les Bleus lewat serangan spartan yang mereka tunjukkan. Seperti yang terjadi pada menit ke-36. Beruntun tuan rumah mampu mencetak peluang pada kesempatan itu. Diawali oleh tembakan dari Todor Nedelev yang mampu ditepis oleh Hugo Lloris. Dan beberapa detik kemudian peluang emas juga dimiliki oleh Andrey Galabinov dan juga Simon Slavchev. Beruntung bagi Prancis peluang itu tak ada yang berbuah gol. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Usai istirahat, Bulgaria mencoba untuk tampil lebih menekan dan meningkatkan intensitas serangan mereka. Namun pertahanan Prancis mampu tampil solid menghalau serangan dari tuan rumah. Permainan agresif Bulgaria di babak kedua membuat wasit berulang kali harus menghentikan permainan karena pelanggaran. Seringkali para pemain Prancis terpaksa harus dilanggar oleh para pemain Bulgaria untuk menghentikan serangan mereka.

Prancis yang mencoba untuk menambah keunggulan melakukan perubahan dengan memasukkan Dimitri Payet dan Olivier Giroud untuk menggantikan Alexandre Lacazette dan Kylian Mbappe. Namun hingga pertandingan berakhir, skor 1-0 tak berubah. Tambahan tiga poin ini membuat Prancis untuk sementara kini memuncaki klasemen kualifikasi Piala Dunia 2018 grup A dengan 20 poin dari sembilan pertandingan. Siapa yang akan menjadi juara grup dan siapa yang lolos ke play off akan ditentukan di pertandingan terakhir, di mana Les Blues akan bertemu dengan Belarusia, sementara Swedia yang ada di posisi kedua akan bertemu Belanda yang juga masih memiliki peluang lolos lewat play off bila menang besar.

Susunan Pemain

Bulgaria (4-4-2) Iliev; Popov, Bodurov, Bozhikov, Zanev; Manolev, Slavchev, Kostadinov, Nedelev; Galabinov, Delev.

Prancis (4-3-3) Lloris; Sidibi, Varane, Umtiti, Digne; Tolisso, Kante, Matuidi; Griezmann, Lacazette, Mbappe.